Keberuntungan Untuk Barcelona Bisa Memiliki Lionel Messi

Kalimat menyenangkan keluar dari mulut pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. Dirinya mengungkapkan sebuah kalimat “Selalu bisa mengeluarkan kami dari masalah. Keberuntungan buat kami”. Kalimat tersebut diungkapkan setelah Barcelona berhasil maju kebabak semifinal Liga Champions.

Valverde mengeluarkan pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. “Mengeluarkan kami dari masalah”, ungkapan tersebut menjadi andalan utama Valverde saat sedang berhadapan dengan Lionel Messi.

Lionel Messi dianggap menjadi sumber sukaria untuk Barcelonistas sekaligu menjadi malapetaka untuk para penggemar klub lainnya.

Kalimat menyenangkan keluar dari mulut pelatih Barcelona, Ernesto Valverde

Dirilis dari media Barca Blaugrana, seseorang Barcelonistas menuliskan, “Terima Kasih kepada Tuhan karena telah mengirimkan sosok hebat seperti Messi untuk Barcelona. Jika saja tidak ada Messi, kami akan selalu mengalami kesulitan untuk bisa memyelesaikan masalah yang ada”.

Kalimat yang diucapkan Valverde dan curahan hati dari seseorang Barcelonistas menjadi sebuah persembahan untuk menunjukkan kehebatan dari Lionel Messi. Namun disisi lain, hal tesebut juga mempertegas ketergantungan Barcelona terhadap Messi.

Sampai sekarang masih belum ada sosok yang mampu melanjutkan kehebatan dari Lionel Messi. Hal ini tentu saja menjadi sebuah dilema untuk Barcelona. Marabahaya bisa saja terjadi anda Barcelona selalu memberikan sebuah nasib yang baik kepada Lionel Messi.

Usaha untuk mencari pengganti Lionel Messi sudah dicoba Barcelona. Sebelumnya publik juga berharap bahwa Neymar bisa bertahan di Blaugrana dengan nomor punggung 10-nya, namun sayangnya Neymar tidak tahan dengan aura bintang Messi.

Idola Emre Can yaitu Zinedine Zidane

Sebagai fans sepak bola sejak kecil, Emre Can jelas telah melihat banyak aksi-aksi pesepakbola kelas dunia. Salah satu pemain yang merupakan panutan Emre adalah pemain legendaris yang sekarang berprofesi sebagai manajer Real Madrid, Zinedine Zidane.

Zidane serinig membuat decak kagum para penggiat sepak bola di dunia. Kemampuannya dalam membuat umpan-umpan apik, bahkan gol cerdik, bisa dianggap sebagai santapan harian penonton.

Namanya semakin terdengar saat hijrah ke Juventus pada tahun 1996 . Selama lima tahun, ia sukses menjadi pemain penting di barisan tengah skuat yang saat itu dilatih oleh Marcello Lippi itu. Di tahun 2001, Real Madrid dengan yakin membelinya dengan harga 77,5 juta euro.

Semasa kecil, Emre Can adalah salah satu fans dari keahlian Zidane dalam mengolah bola. Bahkan ketika  orang-orang lebih tertarik dengan bintang Barcelona, Ronaldinho, ia tetap teguh untuk menjadi fans setia Zidane.

Emere mengatakan ketika dulu ia bermain di jalanan, terdapat dua pilihan yaitu menjadi Zidane atau Ronaldo. Ia pun memilih menjadi Zidane, karena Zidane merupakan pemain favorit dan juga idolanya. Menurut Emre, cara Zidane mengolah bola sangatlah luar biasa.

Lahir di Frankfurt mengharuskan Emre harus melalui masa kecilnya di negara Jerman. Namun sebenarnya, layaknya Mesut Ozil, darah kental bangsa Turki mengucur di dalam tubuh Emre Can.

Bermain untuk Turki jelas adalah salah satu impian Emre Can. Oleh karena  itu, ia mungkin saja berpeluang untuk balik ke kampung halaman orang tuanya.