Pengaruh Besar Terhadap Menurunnya Peforma Liverpool

Pada saat ini Liverpool mengalami penurunan peforma mereka dalam beberapa pertandingan terakhir dimana pada awal musim mereka sangat tampil perkasa dimana selalu memenangkan pertandingan. Namun harapan mereka untuk bisa melaju ke babak berikutnya Liga Champions harus mengalami kekalahan dari sang lawan Atletico Madrid itu menandakan bahwa kemampuan The Reds saat ini sudah menurun. Pelatih mereka Jurgen Klopp memang tidak melakukan perubahan kepada skuatnya di awal musim soalnya dirinya hanya mendapatkan pemain gratis seperti Adrian dan buka bek muda Sepp van den Berg yang di dapatkan dari Zwolle tersebut. Padahal mereka mempunyai pemain-pemain kunci yang masih sama bermain yaitu Roberto Firmino,Mohamed Salah dan Sadio Mane yang menjadikan mereka penyerang untuk Liverpool pada musim ini.

Kekalahan Liverpool terjadi saat mereka melakukan pertandingan Liga Champions pada leg pertama di markas Atletico Madrid dimana pasukan Klopp harus mengalami kekalahan pertama mereka di babak 16 besar tersebut dengan skor 1-0 yang dicetak oleh pemain Atletico Saul Niguez pada saat itu. Padahal mereka sangat pecaya diri saat sukses mengalahkan West Ham dengan skor 3-2 dimana itu merupakan pertandingan saling mencetak gol untuk kedua tim namun dimenangkan oleh The Reds. Sebelumnya mereka sudah sempat terjadi kekalahan kedua secara beruntun dimana saat melawan Chelsea dan juga Watford yang saat itu terjadi lima gol dan mereka tidak mencetak gol sama sekali. itu sudah terlihat kepada penurunan cepat atas peforma sang para pemain.

Barisan Pertahanan yang tidak lagi solid dimana saat mengalami kekalahan empat kali di pertandingan. Kinerja para pemain depan yang tidak bisa konsisten dan juga sektor lini belakang yang terlihat rapuh yang membuat lawannya mudah untuk membongkar barisan pertahanan The Reds. Dalam laga terakhir ada total 12 gol yang bersarang digawang mereka dimana itu bukan dari Adrian melainkan juga ada Alisson yang kemasukan enam gol duluan saat menghadapi West Ham,Watford dan Atletico Madrid. dan untuk Adrian sendiri tercipta gol dari klub Chelsea,Bournemouth dan Atletico Madrid. Kekalahan mereka datang dari serang balik saat posisi bek sayap kiri dan kanan ditinggalkan waktu mereka sedang membantu menyerang barisan pertahanan lawan yang tentunya dimanfaatkan pihak lawan dengan sangat baik.

Alasan Kuat Liverpool Bisa Mengalahkan Atletico Madrid Leg Kedua

Liverpool yang menjalankan leg kedua dikandang mereka sendiri Anfield dimana lawan mereka Atletico Madrid. Pada saat leg pertama memang The Reds harus mengalami kekalahan mereka dimana harus menyerah dengan skor akhir 1-0 dimana itu dicetak oleh Saul Niguez yang pada saat itu menjebol gawangnya Alisson Becker padahal dalam penguasaan bola mereka menang banyak akan tetapi tembakan Mane dan kawan-kawan masih belum bisa menyamakan kedudukan hingga babak kedua selesai. Akan tetapi akan berbeda rasanya jika bermain di leg kedua dimana punya banyak alasan kuat untuk kemenangan Liverpool dalam mengembalikan keadaan di markas mereka Anfield.

1. Mengingat Masa Lalu Atletico Madrid
Pada saat leg pertama Liga Champions memang mereka memenangkan pertandingan atas Liverpool dengan skor tipis 1-0 dimana menurut mereka sudah cukup untuk membuat kesempatan mereka menjadi lolos agar bisa masuk ke perempat final. Namun Atletico tidak boleh senang terlebih dahulu soalnya dulu pernah mengalami nasib yang buruk dalam situasi yang dimana mereka yang mengalahkan Juventus dengan skor 2-0 di leg pertama akan tetapi masuk ke leg kedua mereka tersingkir dengan keunggulan tiga gol Juventus. itu sebanyak laga nanti akan menjadi penentu untuk Atletico Madrid.

2. Markas Anfield
Tentunya bermain di markas Liverpool akan menjadi kesulitan untuk Atletico Madrid dimana ada atmosfer berbeda jika berada di Anfield dimana selalu membantu Liverpool untuk menangkan pertandingan. Soalnya musim lalu Barcelona sudah merasakannya dimana pada saat di Camp Nou mereka unggul 3-0 atas The Reds akan tetapi bermain dibabak leg kedua mereka harus dipermalukan dengan 4-0 dimana itu menjadikan markas Liverpool sangat berbahaya untuk lawan-lawan mereka nantinya Atletico yang akan menjadi tim yang akan merasakannya seperti Barcelona.

3. Selalu Mencetak gol
Memang pada leg pertama mereka tidak bisa menjebol gawang Atletico di Wanda Metropolitano akan tetapi sejauh ini mereka hanya sekali tidak bisa menjebol gawang lawan di Anfield dimana saat itu bertemu Napoli. Liverpool punya banyak rekor dan pengalaman menakjubkan saat bermain di markas sendiri soalnya anak asuh Jurgen Klopp selalu mencetak gol dan itu mereka mempunya Salah dan Mane yang menjadi pencetak gol banyak selama ini.

Liverpool menang melawan Lyon dengan gol Memphis

Liverpool menang 3-1 melawan Olympique Lyon dalam pertandingan persahabatan pada hari Rabu. Memphis Depay mencetak gol atas nama Prancis. Sebelumnya di malam hari Real Madrid memenangkan kemenangan pertama melawan Fenerbahçe (5-3).

Di Jenewa, Swiss, Lyon dengan cepat memimpin melawan Liverpool ketika kiper Alisson Becker melakukan kesalahan besar dan menyebabkan penalti. Memphis mencetak gol dari sebelas meter.

Liverpool, di mana pemain muda Belanda Ki-Jana Hoever berada di starting line-up dan Virgil van Dijk, Georginio Wijnaldum dan Sepp van den Berg masuk di babak kedua, membalikkan permainan sebelum babak pertama.

Setelah sekitar lima belas menit, Roberto Firmino berhasil menyamakan kedudukan dan berkat gol bunuh diri dari pemain belakang Lyon Joachim Andersen (mantan FC Twente), skor menjadi 2-1. Setelah istirahat, Harry Wilson membuat kedudukan menjadi 3-1 dengan tendangan yang bagus.

Untuk manajer Liverpool Jürgen Klopp, konfrontasi dengan Lyon menandai pertandingan terakhir persiapan. Pada hari Minggu, pemenang Liga Champions di Wembley akan menghadapi Manchester City dalam pertempuran untuk Community Shield.

Hattrick Benzema di Real-Fenerbahçe
Di Real-Fenerbahçe di Munich, Karim Benzema adalah orang besar dengan hattrick. Striker itu menjaga 1-1, 2-1 dan 3-2. Gol pembuka Fenerbahçe, di mana pemain asal Belanda Ferdi Kadioglu berada di starting line-up, datang atas nama Garland Rodrigues kelahiran Cape Verde kelahiran Rotterdam.

Skor babak pertama adalah 2-2 karena hit oleh Nabil Dirar. Setelah gol ketiga Benzema, Ozan Tufan mengikat skor, tetapi kata terakhir atas nama Real adalah Nacho dan Mariano Díaz.

Pelatih Real Zinédine Zidane tetap tanpa kemenangan dalam empat pertandingan persahabatan pertama musim ini. ‘De Koninklijke’ kalah dari Bayern Munich (3-1), bermain imbang melawan Arsenal (2-2) dan kemudian kalah berat dengan 7-3 melawan rekan senegaranya Atlético Madrid.

Pada hari Selasa, kekalahan 1-0 menyusul melawan Tottenham Hotspur pada pertandingan pertama di Audi Cup, yang berarti bahwa Real menghadapi Fenerbahçe di final hiburan. Turki kalah tidak kalah 6-1 dari Bayern Munich.

Final antara Bayern dan Tottenham berakhir nanti di 2-2, setelah itu ‘Spurs’ di seri penalti dengan 6-5 terlalu kuat. David Alaba dan Jérôme Boateng absen untuk Bayern dan hanya Christian Eriksen yang gagal untuk Tottenham.

Juventus Korbankan Dybala Demi Salah

Gambar terkait

Juventus nampaknya sudah tidak main – main lagi dalam mewujudkan keinginannya demi mendapatkan penyerang dari Liverpool yakni Mohamed Salah dengan mengorbankan Paulo Dybala.

Penampilan Paulo Dybala pada musim ini memang tidak begitu bagus. yang mana dari total 35 pertandingan yang ia ikuti, Dybala hanya bisa memberikan sembilan gol serta empat assist.   

Jika dilihat dari torehannya maka ini jelas jauh berbeda dengan penampilan musim lalu, dimana Dybala dapat menjadi bintang juventus dengan mencatat sebanyak 26 gol dan tujuh assist dari total 46 penampilannya. Catatan tersebut tentu melebihi Gonzalo Higuain yang direkrut cukup mahal pada tahun 2016 lalu dari Napoli.

Sepertinya dengan torehan yang diberikan oleh Dybala membuat klub juventus gerah sehingga ia berencana untuk mencari penggantinya. Direktur Juventus, Fabio Paratici dikabarkan sedang mengontrol penyerang klub Liverpool yakni Mohamed Salah yang berhasil memberikan performa cukup baik saat musim kemarin.

Pada musim lalu, Salah mampu memberikan sebanyak 44 gol serta 16 assist hanya dengan 52 penampilannya saja. Tidak hanya itu, ia juga sukses membawa Liverpool ke final Liga Champions.

Meskipun jumlah gol yang diberikannya sedikit menurun dibanding musim lalu, namun hal ini tidak sedikitpun mengurangi ketertarikan klub – klub besar lainnya, salah satunya yaitu Juventus yang disebut siap untuk kehilangan Dybala.

Dilansir dari Tuttomercatoweb bahwa saat ini juventus sangat membutuhkan uang yang cukup besar untuk mendapatkan Mohamed Salah di Turin. Salah satu alternatif yang mereka ambil yakni dengan memasukan Dybala ke dalam kesepakatan agar nilai nya dapat berkurang.

Liga Champions: Hasil Undian Peserta Perempat-Final

Liga Champions: Hasil Undian Peserta Perempat-Final

Salah satu ajang bergensi di eropa adalah Liga Champions yang di ikuti oleh para jawara dari berbagai negara di eropa. Dalam musim kali ini Liga Champions telah memasuki babak Perempat-Final dengan delapan peserta yang tersisa saat ini.

Undian babak perempat-final Liga Champions telah dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat petang kemarin. Seperti yang diperkirakan oleh banyak pihak bahwa Tottenham Hotspur akan kembali bertemu dengan pesaing berat mereka yakni Manchester City yang sama sama menjadi wakil dari Liga Inggris Premier.

Di sisi lain Liverpool mendapatkan kesempatan untuk melawan raksasa asal Portugal yakni Porto. Wakil terakhir dari Inggris adalah Manchester United yang berhasil lolos dengan fantastik saat melawan PSG dan kini mereka kembali di pertemukan dengan lawan yang tangguh yakni Barcelona.

Jawara Italia yang di bela oleh Cristiano Ronaldo akan melakoni laga bersama dengan Ajax yang berhasil menjatuhkan Real Madrid dengan penuh kejutan. Pasukan kuda hitam tersebut mungkin akan memberikan kejutan lagi saat berhadapan dengan MR Liga Champions yang sebelumnya telah memberikan malam magis untuk Juventus saat bertandang ke markas Atletico Madrid pekan lalu.

Adapun bentrokan yang terjadi antara duo Manchester yang menwajibkan laga kandang di lansungkan secara bergiliran sehingga di putuskan oleh keduanya bahwa Barcelona akan terlebih dahulu melakoni laga melawan Manchester United di Old Trafford dan perjumpaan berikutnya akan baru dilakukan di Camp Nou.

Philippe Coutinho Mungkin Tidak Akan Kembali Ke Liverpool

Philippe Coutinho Mungkin Tidak Akan Kembali Ke Liverpool

Philippe Coutinho merupakan gelandang asal Brasil yang pernah bermain bersama dengan Liverpool selama 5 tahun dan memutuskan untuk bergabung dengan Barcelona pada 12 bulan yang lalu. Kini Philippe Coutinho di kabarkan akan segera hengkang dari Klub raksasa Spanyol tersebut namun pelatih Jurgen Klopp mengaku tidak tertarik untuk memulangkan gelandang tersebut ke Liverpool.

Masa lima tahun Philippe Coutinho saat di Liverpool bisa di bilang sangat sukses namun gelandang tersebut memutuskan untuk bergabung dengan Camp Nou mesti penampilannya di La Liga tidak sebaik saat berada di Liverpool. Manchester United menjadi salah satu klub yang tengah hangat di perbincangkan akan mendatangkan gelandang tersebut.

Pelatih baru United mungkin membutuhkan gelandang yang seperti Philippe Coutinho untuk mempertajam lini depan United yang pada musim ini mengalami prestasi yang buruk. Di sisi lain Jurgen Klopp terlihat lebih tertarik dengan pemain pemain muda dari pada meramaikan perburuan terhadap Philippe Coutinho.

Salah satu bidikan dari Jurgen Klopp pada bursa transfer musim dingin Januari ini adalah gelandang muda Schalke 04 Weston McKennie. Bidikan dari Pelatih Liverpool tersebut bukan merupakan hal yang biasa sebab banyak pemain pemain berbakat yang terlahir bersama dengan Liverpool seperti halnya Philippe Coutinho. Pemain lainnya yang cukup di perbincangkan di musim lalu adalah Mohammed Salah yang menjadi salah satu pemain terbaik yang di miliki oleh Liverpool.

Manchester City Kembali Perketat Jarak Dengan Liverpool

Manchester City Kembali Perketat Jarak Dengan Liverpool

Manchester City yang sempat melempem di beberapa pertandingan lalu kini kembali memperketat jarak ketinggalannya dengan Liverpool. selisih keduanya kini hanya berjarak empat poin seteleh Manchester City berhasil mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 3-0 dalam ajang Liga Inggris Premier di pekan ke-22.

Bermain di kandang sendiri Manchester City terbukti mampu menang dengan skor telak atas Wolverhampton Wanderers. Di menit ke-10 saja The Citizens saja sudah mampu mencetakkan gol kemenangan pertama mereka lewat Gabriel Jesus yang dengan tenang mengeksekusi umpan yang di berikan oleh rekannya.

Tidak berselang lama kemudian Wolves harus bermain dengan 10 pemain saja karena Willy Boly mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Bernardo Silva pada menit ke-19. Jesus kembali menggandakan keunggulan City di menit ke-39 lewat hadiah pinalti yang diberikan oleh wasit ketika bek Wolves Ryan Bennett melakukan pelanggaran terhadap Raheem Sterling di dalam kotak terlarang.

Jesus dengan baik menyelesaikan tendangan pinalti tersebut dan memperbesar keunggulan city. Di babak kedua City masih memberikan tekanan ke daerah pertahanan Wolves dan berhasil mendapatkan gol ketiga di menit ke-78 setelah tendangan bebas Kevin De Bruyne gagal di halau dan berhasil di teruskan oleh Conor Coady dan masuk ke gawang sendiri. Dengan kemenangan ini maka City berhasil mencetakkan 19 GP di tiga pertandingan terakhir mereka dan dua diantaranya merupakan kemenangan di ajang piala FA.

Pep Guardiola Bawa City Raih Kemenangan Telak Di Piala Liga

Pep Guardiola Bawa City Raih Kemenangan Telak Di Piala Liga

Pelatih Manchester City berhasil membawa timnya memenangkan pertandingan melawan Burton di Piala Liga. kemenangan ini merupakan kali kedua Manchester City membuat tim lawan babak belur setelah sebelumnya Manchester City berhasil mengalahkan Rotherham dengan skor 7-0 di ajang Piala FA.

Kemenangan Kali ini atas Burton Albion menambahkan rekor Pep Guardiola dengan margin kemenangan terbesar sepanjang kariernya sebagai seorang pelatih. Manchester City mendominasi jalannya pertandingan dan di partai kedua nantinya pertandingan kedua tim mungkin hanya berlangsung sebagai formalitas saja sebab Manchester City telah mengukit 9 gol ke gawang Burton Albion di partai pertama ini.

Gabriel Jesus pemain asal Brasil tersebut mengemas 4 gol di pertandingan tersebut dan gol lainnya di cetak oleh rekan rekannya Kevin De Bruyne, Oleksandr Zinchenko, Phil Foden, Riyad Mahrez dan Kyle Walker. Kemenangan 9-0 ini merupakan hal kedua kalinya yang berhasil di raih oleh Pep Guardiola setelah sebelumnya terjadi ketika dirinya melatih Barcelona di tahun 2011 dan berhasil melumatkan L’Hospitalet di ajang Copa del Rey.

Burton mengalami kekalahan yang telak dan mencatatkan dirinya sebagai tim yang memgalami kekalahan dengan margin kebobolan gol terbanyak di sepanjang Piala Liga. Hal positif yang berhasil di catatkan oleh Burton dalam pertandingan tersebut adalah mengagalkan usaha Manchester City untuk meraih gol kesepuluh. Catatan kegagalan yang pernah di raih Fulham saat melawan Liverpool di kompetisi yang sama pada tahun 1986.