Hasil Pertandingan Manchester United vs Brighton Albion 19 Januari 2019

Piaaladunia2018.games – Lanjutan Premier League Pekan ke 22 yang mempertemukan Klub Manchester United dengan Brighton Albion yang berujung kemenangan bagi tim setan Merah.

Bermain di Kandang Old Trafford , Manchester United hampir dapat dikatakan mendominasi dari awal hingga akhir permainan. Para anak asuh Ole Gunnar Solskjaer mencatat kemenangan beruntun 7 Kali.

Ada yang Menarik di pertemuan Manchester United & Brighton Albion kali ini. Dimana Manchester United Tidak pernah kalah dari Brighton Albion di Old Trafford Sehingga membuat catatan Manchester United Bersih dari Kalah di Kandang (Menang 8 , Seri 2).

• Manchester United vs Brighton Albion Statistik Permainan

 

STATISTIK PERTANDINGAN
20 Shots 7
5 Shots on target 3
57% Possession 43%
509 Passes 387
84% Passes accuracy 79%
11 Fouls 11
1 Yellow Cards 0
0 Red cards 0
1 Offsides 2
6 Corners 5

Tercatat dari Penguasaan Bola sebesar 57% menjadikan Manchester United Bermain di atas angin. Manchester united yang membuka peluang pada menit 20′ melalui Marcus Rashford.

Melalui pergerakan bebas Marcus Rashford , ia pun berlari 10 Yards mengejar umpan dari paul pogba dan menembak dari jarak jauh. Namun tendangannya masih melebar kesamping gawang Button.

Kembali membuka peluang di menit ’21 melalui Paul Pogba. Mendapati kesempatan pada Tendangan Sudut , Pogba yang melompat tinggi menyambut bola namun masih dapat di gagalkan oleh Dunk.

Kali ini peluang emas datang kepada Setan Merah , dimana Paul Pogba yang dijatuhkan Bong tepat di kotak Penalti. Menit ke ’25 Pogba Berhasil menuntaskan tugasnya sebagai Algojo penalti.

Kembali menambah pundi-pundi gol , Marcus Rashford yang menerima umpan matang dari Dalot , menuntaskan menjadi sebuah gol indah melalui sudut gawang Button.

Skor 2-0 bertahan Hingga Turun minum. Permainan Impresif Manchester united kian menurun di babak kedua. Bahkan dapat dikatakan penguasaan bola Brighton di babak kedua lebih kentara.

Memasuki Menit ke ’72 Brighton melalui Pascal Grob dapat menipiskan jarak dengan Setan Merah. Melalui umpan silang dari Propper , Grob yang tepat di mulut gawang de Gea berhasil membawa Brighton Memperkecil Jarak menjadi 2-1.

Bayern Munich Perdekat Jarak Dengan Borussia Dortmund

Untuk pertama kalinya Bayern Munich memulai tahun baru tanpa berada di puncak klasemen Bundesliga. Secera beruntun selama 6 tahun Bayern Munich selalu tampil baik dan berada di puncak Klasemen bahkan meraih gelar juara di Bundesliga. Kemenangan Bayern Munich atas Hoffenheim membuat selisih perolehan poin dengan Borussia Dortmund semakin dekat.

Borussia Dortmund sendiri baru akan melaksanakan pertandingan melawan RB Leipzig sehari kemudian dan jika Dortmund memperoleh hasil yang buruk maka jarak keduanya mungkin akan semakin dekat lagi. Sejauh ini Bayern Munich sudah mengoleksi 39 poin dan hanya tertinggal 3 poin dari Borussia Dortmund. Di awal pertandingan Bayern Munich telah melakukan dua peluang yang mengancam gawang Hoffenheim namun usaha dari Lewandowski dan Thomas Muller hanya menyamping ke sisi gawang Oliver Baumann.

Di menit ke-34 Bayern Munich baru mampu memecahkan kebuntuan lewat gol yang di cetak oleh Goretzka setelah Oliver Baumann gagal melakukan rebound atas bola sundulan yang dilakukan oleh Lewandowski. Di masa Injury time babak pertama gol kemenangan kedua kembali di cetak oleh Goretzka lewat serangan balik.

Di babak kedua tempo permainan dari Bayern Munich menurun dan Hoffenheim justru berhasil mencuri satu gol dan memperkecil ketinggalan di menit ke-59 lewat gol yang dicetak oleh Nico Schulz. Gol penutupan pertandingan di cetak oleh Lewandowski di menit ke-87 dan memastikan kemenangan bagi Bayern Munich. Dalam pertandingan ini Hoffenheim menelan kekalahan pertama kalinya dari 11 pertandingan Bundesliga. dan masih berhatan di urutan ketujuh.

Philippe Coutinho Mungkin Tidak Akan Kembali Ke Liverpool

Philippe Coutinho merupakan gelandang asal Brasil yang pernah bermain bersama dengan Liverpool selama 5 tahun dan memutuskan untuk bergabung dengan Barcelona pada 12 bulan yang lalu. Kini Philippe Coutinho di kabarkan akan segera hengkang dari Klub raksasa Spanyol tersebut namun pelatih Jurgen Klopp mengaku tidak tertarik untuk memulangkan gelandang tersebut ke Liverpool.

Masa lima tahun Philippe Coutinho saat di Liverpool bisa di bilang sangat sukses namun gelandang tersebut memutuskan untuk bergabung dengan Camp Nou mesti penampilannya di La Liga tidak sebaik saat berada di Liverpool. Manchester United menjadi salah satu klub yang tengah hangat di perbincangkan akan mendatangkan gelandang tersebut.

Pelatih baru United mungkin membutuhkan gelandang yang seperti Philippe Coutinho untuk mempertajam lini depan United yang pada musim ini mengalami prestasi yang buruk. Di sisi lain Jurgen Klopp terlihat lebih tertarik dengan pemain pemain muda dari pada meramaikan perburuan terhadap Philippe Coutinho.

Salah satu bidikan dari Jurgen Klopp pada bursa transfer musim dingin Januari ini adalah gelandang muda Schalke 04 Weston McKennie. Bidikan dari Pelatih Liverpool tersebut bukan merupakan hal yang biasa sebab banyak pemain pemain berbakat yang terlahir bersama dengan Liverpool seperti halnya Philippe Coutinho. Pemain lainnya yang cukup di perbincangkan di musim lalu adalah Mohammed Salah yang menjadi salah satu pemain terbaik yang di miliki oleh Liverpool.

Cristiano Ronaldo Bawa Juventus Juari Piala Super Italia 2018

Pertandingan sengit Juventus di paruh musim yang kedua ini dimulai dengan melawan AC Milan di Piala Super Italia 2018. Di awal pertandingan Juventus tampak tidak memberikan perlawanan dan justru mendapatkan tekanan dari AC Milan namun dengan cepat pemain Juventus bangkit dan mendominasi jalannya pertandingan.

Sisi kanan menjadi pusat serangan dari Juventus namun para pemain AC Milan tidak memberikan ruang bagi Cristiano Ronaldo sehingga Juventus kesulitan untuk mendapatkan gol di babak pertama. Kedua penjaga gawang juga bermain dengan baik hingga skor bertahan imbang di babak pertama.

Di babak kedua Massimiliano Allegri terus memberikan arahan untuk menekan barisan pertahanan AC Milan dan di menit ke-61 usaha dari pemain juventus berbuah gol lewat Cristiano Ronaldo yang terlepas jebakan offside dan mencetak gol ke gawang AC Milan. Ketinggalan gol membuat AC Milan berusaha keras untuk menyamakan kedudukan dan Gonzalo Higuain di turunkan dari bangku cadangan untuk menambah daya serangan AC Milan.

Usaha dari AC Milan semakin berat ketika di menit ke-73 Frank Kessie mandapatkan kartu merah dan AC Milan hanya bermain dengan 10 pemain saja. Juventus yang unggul dalam jumlah pemain dan skor bermain lebih tenang hingga pertandingan berakhir dan JUventus berhasil mengunci kemenangan lewat gol tunggal yang di cetak oleh sang bintang asal Portugal tersebut. Dengan kemenangan ini maka Juventus telah berhasil mendapatkan gelar Piala Super yang kedelapan.

Ole Gunnar Solskjaer Ubah Startegi Jose Mourinho

Solskjaer menyebutkan bahwa taktik dari Jose Mourinho sebelumnya sangat tidak sesuai dengan gaya bermain dari Manchester United. Manchester United sejak dulu sudah di kenal dengan gaya bermain menyerang yang dapat membuat lawan kehilangan tempo permainan mereka.

Sebelumnya Jose Mourinho lebih fokus dengan gaya bertahan dan serangan balik untuk mendapatkan gol kemenangan dalam pertandingan dan hal tersebut membuat Manchester United kebobolan yang cukup banyak meski musim ini baru saja memasuki paruh kedua. Sejak di gantikan oleh pelatih sementara peforma dari United sudah membaik dan berhasil memenangkan enam pertandingan secara beruntun dengan koleksi gol sebanyak 17.

Ole Gunnar Solskjaer menyatakan bahwa gaya bermain dari Manchester United sudah seharusnya seperti ini sejak dulu karena United dalah menyerang, kecepatan dan kekuatan. Kini Ole Gunnar Solskjaer menjadi satu satunya kandidat pelatih sempurna untuk Manchester United sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah pelatih United terjadi kemenangan enam kali secara beruntun dalam masa pelatihan manajer baru.

Ole Gunnar Solskjaer menuturkan bahwa bukan tidak mungkin bagi United untuk dapar bersaing dengan baik dimusim depan dan tugas saat ini adalah membawa Setan Merah untuk mengantongi satu tiket ke Liga Champions di musim depan dan ini adalah pembuktian diri Solskjaer sebagai pelatih yang pantas untuk United. Perubahan susunan pemain mungkin akan terjadi di bursa transfer mendatang sebab United akan lebih banyak menyerang dalam pertandingan selanjutnya.

Manchester City Kembali Perketat Jarak Dengan Liverpool

Manchester City yang sempat melempem di beberapa pertandingan lalu kini kembali memperketat jarak ketinggalannya dengan Liverpool. selisih keduanya kini hanya berjarak empat poin seteleh Manchester City berhasil mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 3-0 dalam ajang Liga Inggris Premier di pekan ke-22.

Bermain di kandang sendiri Manchester City terbukti mampu menang dengan skor telak atas Wolverhampton Wanderers. Di menit ke-10 saja The Citizens saja sudah mampu mencetakkan gol kemenangan pertama mereka lewat Gabriel Jesus yang dengan tenang mengeksekusi umpan yang di berikan oleh rekannya.

Tidak berselang lama kemudian Wolves harus bermain dengan 10 pemain saja karena Willy Boly mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Bernardo Silva pada menit ke-19. Jesus kembali menggandakan keunggulan City di menit ke-39 lewat hadiah pinalti yang diberikan oleh wasit ketika bek Wolves Ryan Bennett melakukan pelanggaran terhadap Raheem Sterling di dalam kotak terlarang.

Jesus dengan baik menyelesaikan tendangan pinalti tersebut dan memperbesar keunggulan city. Di babak kedua City masih memberikan tekanan ke daerah pertahanan Wolves dan berhasil mendapatkan gol ketiga di menit ke-78 setelah tendangan bebas Kevin De Bruyne gagal di halau dan berhasil di teruskan oleh Conor Coady dan masuk ke gawang sendiri. Dengan kemenangan ini maka City berhasil mencetakkan 19 GP di tiga pertandingan terakhir mereka dan dua diantaranya merupakan kemenangan di ajang piala FA.

David De Gea Catat clean sheet Di Kandang Tottenham Hotspur

David De Gea kiper asal Spanyol tampil luar biasa dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Setan Merah bertandang ke markas Tottenham Hotspur dan berhasil mencuri 3 poin kemenangan berkat penyelamatan dari David De Gea. David De Gea berhasil menbuat 11 penyelamtan dan menjadi bintang dalam pertandingan tersebut. Menurut Sang kiper Manchster United sudah kembali menjadi tim yang hebat sebagai mana mestinya.

De Gea juga memberikan pujian kepada sang pelatih sementara yang telah memberikan banyak kebahagiaan bagi para pemain United sejak masuk menggantikan Jose Mourinho. Sebelumnya United telah mencetakkan kemenangan sebanyak lima kali secara beruntun saat melawan tim papan bawah yakni Reading di Piala FA, Cardiff City, Huddersfield Town, Bournemouth dan Newcastle United.

Setan Merah tampil secata impresif di markas Tottenham WEMBLEY STADIUM dan memberikan sejumlah tekanan dan berhasil mencetakkan satu gol tunggal lewat Marcus Rashford yang berhasil menerima umpan dari Paul Pogba dimenit ke-44. De Gea mmenyatakan bahwa permainan United tidak pernah sebaik ini saat bersama dengan Jose Mourinho dan saat ini United sudah menjadi tim yang kuat.

United kini lebih solid dan para pemain bermain lebih baik serta tau bagaimana cara mengendalikan permainan kemudian menciptakan peluang untuk mencuri kemenangan dalam pertandingan. Hal ini tentunya sangat bagus bagi tim dan inilah Manchester United yang sebenarnya.

Juventus Awali Paruh Musim Kedua Dengan Hasil Positif

Juventus sukses mengemas dua gol melawan Bologna di Stadio Renato dall’Ara. Kemenangan ini membawa Juventus lolos ke babak perempat-final Coppa Italia menyusul Lazio dan AC Milan yang sudah terlebih dahulu lolos putaran selanjutnya di Coppa Italia. Gol keunggulan pertama Juventus di buka oleh Federico Bernardeschi ketika pertandingan baru saja berjalan 9 menit.

Meskipun Juventus melakukan banyak rotasi pada barisan pemain mereka namun jalannya pertandingan masih mampu di kuasi dengan baik oleh Juventus dan barisan pertahanan Bologna terlihat di kacaukan oleh para pemain Juventus. Penguasaan bola dari Juventus juga tercatat mencapai 66 persen dengan total tendangan ke gawang sebanyak 11 buah dan enam diantaranya berhasil mengenai sasaran.

Faktor kemenangan Juventus atas Bologna banyak dibicarakan karena faktor keberuntungan semata sebab kesalahan pemain belakang Bologna dianggap cukup konyol sehingga para pemain Juventus mampu mencetakkan gol. Seperti Gol pertama yang tercipta akibat kelalaian dari kiper Bologna dalam mengantisipasi bola yang seharusnya dapat di amankan namun terlepas dan di sambar oleh pemain Juventus sehingga tercipta gol bagi Juventus di menit ke-9 babak pertama.

Gol kedua tercipta di babak kedua ketika pertandingan baru saja di mulai dan berjalan di menit ke-4. Moise Kean berhasil menyambar bola hasil muntahan dari bloking pemain Bologna dan menghasilkan gol kemenangan kedua bagi Juventus. Pergantian pemain juga tampak di lakukan oleh JUventus di babak kedua. Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, dan Alex Sandro di mainkan namun tidak memberikan tambahan gol bagi Juventus dan hingga pertandinghan berakhir skor masih tetap sama yakni 2-0.

Chelsea Mungkin Mampu Kalahkan Tim Nasional Inggris

Maurizio Sarri menyatakan bahwa klub klub besar dieropa mungkin saja mampu bermain lebih baik dari pada timnas negara yang paling top sekalipun di Piala Dunia. menurut sang pelatih faktor kesiapan dan kerjasama sangat minim dalam pemain tim nasional di negara negara yang berkompetisi dalam Piala Dunia.

Di level Klub mungkin para pemain tersebut mempunyai prestasi yang baik karena di dukung oleh rekan satu tim yang sudah mempunyai kerjasama dan komunikasi yang baik dilapangan sehingga mereka mampun mencetakkan gol yang indah. Persiapan dalam tim di Piala Dunia hanya berlangsung selama 1 bulan dan menurut Maurizio Sarri hal tersebut belum cukup untuk mempersiapkan sebuah tim dalam menghadapi pertandingan baik dari segi kesatuan tim.

Jadi bukan sebuah hal yang mustahil kalau Chelsea mampu mengalahkan tim nasional seperti negara Inggris dalam sebuah pertandingan. Pelatih lainnya mungkin akan berpendapat sama dengan dirinya sebab kebanyakan dari pelatih Klub kurang tertarik dengan tim nasional.

Pertandingan Piala Dunia mungkin banyak di tunggu tunggu oleh banyak kalangan namun Maurizio Sarri mengaku tidak pernah menyaksikan pertandingan tersebut sebab tidak ada hal yang dapat di pelajari olehnya dari pertandingan tim nasional yang hanya di persiapkan dalam waktu satu bulan saja. Di level klub para pemain akan jauh lebih terorganisasi sebab para pelatih mempunyai waktu yang cukup banyak untuk menjadikan klub bermutu dan dapat bersaing dengan baik dalam pertandingan.

Pep Guardiola Bawa City Raih Kemenangan Telak Di Piala Liga

Pelatih Manchester City berhasil membawa timnya memenangkan pertandingan melawan Burton di Piala Liga. kemenangan ini merupakan kali kedua Manchester City membuat tim lawan babak belur setelah sebelumnya Manchester City berhasil mengalahkan Rotherham dengan skor 7-0 di ajang Piala FA.

Kemenangan Kali ini atas Burton Albion menambahkan rekor Pep Guardiola dengan margin kemenangan terbesar sepanjang kariernya sebagai seorang pelatih. Manchester City mendominasi jalannya pertandingan dan di partai kedua nantinya pertandingan kedua tim mungkin hanya berlangsung sebagai formalitas saja sebab Manchester City telah mengukit 9 gol ke gawang Burton Albion di partai pertama ini.

Gabriel Jesus pemain asal Brasil tersebut mengemas 4 gol di pertandingan tersebut dan gol lainnya di cetak oleh rekan rekannya Kevin De Bruyne, Oleksandr Zinchenko, Phil Foden, Riyad Mahrez dan Kyle Walker. Kemenangan 9-0 ini merupakan hal kedua kalinya yang berhasil di raih oleh Pep Guardiola setelah sebelumnya terjadi ketika dirinya melatih Barcelona di tahun 2011 dan berhasil melumatkan L’Hospitalet di ajang Copa del Rey.

Burton mengalami kekalahan yang telak dan mencatatkan dirinya sebagai tim yang memgalami kekalahan dengan margin kebobolan gol terbanyak di sepanjang Piala Liga. Hal positif yang berhasil di catatkan oleh Burton dalam pertandingan tersebut adalah mengagalkan usaha Manchester City untuk meraih gol kesepuluh. Catatan kegagalan yang pernah di raih Fulham saat melawan Liverpool di kompetisi yang sama pada tahun 1986.